Selasa, 10 Mei 2011

Merk Rokok Dilarang Gunakan Kata Mild

Merk Rokok Dilarang Gunakan Kata Mild-Dalam acara sosialisasi rancanangan peraturan pemerintah (RPP) Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, terungkap larangan bagi produsen rokok menggunakan kata-kata yang sifatnya promotif.

Pasal 23 Ayat (1) berbunyi:

Setiap produsen dilarang untuk mencantumkan keterangan atau tanda papapun yang menyesatkan atau kata-kata yang bersifat promotif.

Penjelasan : Yang dimaksud dengan kata-kata yang bersifat promotif dalam peraturan ini antara lain memperdayakan atau cenderung bermaksud menciptakan kesan keliru tentang dampak kesehatan dari produk tembakau atau seolah-olah produk tembakau memberi manfaat untuk kesehatan pada label produk tembakau.

Pasal 23 Ayat (2) :

Selain larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), setiap produsen dilarang mencantumkan kata Light, Ultra Light, Mild, Extra Mild, Low Tar, Slim, Special, Full Flavour, dan Premium atau kata lain yang mengindikasikan kualitas, superioritas, rasa aman, pencitraan, kepribadian, ataupun kata-kata dengan arti yang sama.

Penjelasan : Kata Light, Ultra Light, Mild, Extra Mild, Low Tar, Slim, Special, Full Flavour, dan Premium dapat menyesatkan karena rokok bersifat adiktif sehingga perokok akan menghisap lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan adiksi nikotinnya.

Acara sosialisasi RPP dipimpin Staf khusus Menteri bidang Politik Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo, dalam forum Sosialisasi RPP Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan di Gedung Kemenkes, Jakarta.



Sumber: okezone.com

Pria Ber ekor sepanjang 33 cm

Tak ada yang aneh dari sosok Chandre Oram. Hanya, pria asal Alipurduar, Bengal Barat, India, ini memiliki daging tumbuh bertulang lunak sepanjang 33 sentimeter yang menyembul dari tulang ekornya.

Di tengah tradisi Hindu yang masih kental, masyarakat setempat meyakini Oram sebagai reinkarnasi Hanoman atau titisan Dewa Monyet. "Banyak orang sembuh dari penyakit parah ketika mereka menyentuh ekor saya," ujarnya seperti dikutip dari Daily Time.

Sejak tahun lalu, Oram sudah menarik perhatian masyarakat India juga mancanegara. Ia menjadi pusat perhatian setelah ribuan orang rela mengantre demi mendapat keberuntungan setelah menyentuh ekornya.

Popularitas itu tak sepenuhnya membuat Oram merasa beruntung. Gara-gara ekornya, ia pernah ditolak sedikitnya 20 wanita pujaannya. "Banyak yang membatalkan menikah dan pergi setelah melihat ekor saya," ujarnya. "Saya harus menemukan wanita yang bisa menerima saya dan ekor saya."

Terlepas dari kepercayaan masyarakat setempat, ahli bedah terkemuka di India, Dr B Ramana, mendiagnosis Oram mengalami cacat bawaan yang membuat tulang ekornya menonjol. Meski kondisinya langka, dokter sepenuhnya yakin Oram bukan dewa atau tuhan.

Dunia medis menyebut kelainan bawaan itu sebagai spina bifida. Ditutupi banyak rambut, tulang yang menjulur itu diperkirakan terjadi akibat mutasi gen yang memicu perpanjangan tulang ekor.

Sejumlah dokter telah menawarinya operasi untuk menghilangkan ekor itu. Tapi, Oram dan keluarganya menolak. "Dia tak akan bisa hidup tanpa ekornya. Ekor itu sudah menjadi bagian dari hidupnya, identitas dirinya," ujar Rekha, sang kakak.

Kasus serupa terjadi di Kota Lixing, China, tahun lalu. Seorang bayi perempuan bernama Hong Hong juga lahir dengan ekor. Berdasarkan pengamatan sinar X, ekor itu ternyatata menyambung dengan tumor jaringan lemak tulang belakang. Namun, atas persetujuan keluarga, dokter telah mengangkat ekor itu.

Jika Oram dan Hong Hong memiliki ekor, Huang Yuanfan, 84, dan Zhang Ruifang, 101, memiliki tanduk di kepala. Tanduk Yuanfan tumbuh hingga tujuh sentimeter di kepala bagian belakang. Sementara tandung Ruifang tumbuh sepanjang enam sentimeter di dahinya.

Senin, 09 Mei 2011

Foto Briptu Norman Ciuman

Foto Briptu Norman Ciuman



Beberapa foto panas yang menggambarkan Briptu Norman Kamaru dengan seorang wanita tersebar di dunia maya. Salah satu foto tersebut memperlihatkan Briptu Norman yang berciuman bibir dengan seorang wanita yang menggunakan busana minim.

"Perlu diteliti lebih lanjut, fotonya asli atau rekayasa," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisii Humas Polri, Kombes Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/5).

Boy mengaku belum mengetahui foto-foto tersebut. Namun, ia juga harus memastikan keaslian foto tersebut. Ia juga akan mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Briptu Norman.

Saat ditanya apakah Norman akan diberi sanksi disiplin karena foto-foto panas tersebut, Boy berkelit membicarakan sanksi disiplin terlalu jauh dibicarakan untuk Briptu Norman. "Jangan ngomongin sanksi lah, terlalu jauh," imbuhnya.




Bali Terancam Tenggelam 2050

Bali Terancam Tenggelam 2050-Naiknya permukaan air laut akibat perubahan iklim mengancam keberadaan Pulau Bali yang hanya seluas 5.634,40 hektar.

Yang pertama tenggelam adalah Pulau Nusa Penida, Klungkung. Eksistensi pulau ini yang terancam diberi perhatian khusus dalam konferensi perubahan iklim atau United Nation Climate Change Conference (UNFCCC) yang digelar tahun 2007 lalu di Bali.

"Ya, Pulau Nusa Penida adalah pulau yang paling rentan terkena dampak perubahan iklim di Bali. Rekomendasi UNFCCC 2007 lalu pulau itu dijadikan pilot project. Bantuan banyak yang digelontor di sana," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bali, Dewa Punia Asa  kepada VIVAnews.com.
Prediksi Direktur Yayasan Wisnu, I Made Suarnatha bahkan lebih mengerikan. Tak hanya Nusa Penida yang terancam, tapi Bali secara keseluruhan. Jika tak diantisipasi, bencana itu akan datang pada 2050. "Saat itu, air permukaan laut naik 4 meter. Jadi tak hanya Nusa Penida, Sanur, Denpasar dan Bali secara keseluruhan pasti tenggelam," katanya saat dihubungi VIVAnews, Minggu 8 Mei 2011.

Dikatakan, berdasarkan rekomendasi pertemuan perubahan iklim tersebut, Pemerintah Bali memiliki komitmen untuk mempublikasikan hasil tindaklanjut terkait gelontoran proyek percontohan di Nusa Penida. Hanya saja, I Made Suarnatha tak mengetahui persis program yang dilakukan Pemerintah Bali. "Tidak ada laporan yang diumumkan kepada publik. Sehingga kita tidak tahu apa yang sudah dilakukan, bagaimana progresnya dan bagaimana mitigasi potensi perubahan iklim di Nusa Penida," katanya.

Sementara, masyarakat Bali pun tak tinggal diam. Ada kampanye Nyepi internasional (world silent day) yang gencar dilakukan aktivis lingkungan hidup sejak beberapa tahun belakangan. Selain itu, adopsi kearifan lokal untuk diakui secara internasional itu terus menerus disuarakan dengan cara menggalang tanda tangan sesuai persyaratan PBB. "Dari hasil pertemuan itu juga ada Bali Map, yang merupakan peta internasional dari Bali untuk memerangi perubahan iklim," paparnya.

"Karena Bali sudah melakukan sesuatu, maka pemerintah dan negara-negara besar tak boleh berpangku tangan. Sederhananya, jika Anda cinta Bali, maka lakukan sesuatu," desaknya.

Untuk mengetahui lebih detil tentang ancaman tersebut, ia meminta kepada pemerintah untuk konsisten memperjuangkan world silent day agar diadopsi menjadi kebijakan nasional dan internasional. Selain itu, ia juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut dengan cara memberikan laporan resmi terkait tindakan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan. "Itu saja dulu yang mesti dilakukan. Kalau berhasil, meski hanya menambah waktu saja, tetapi kita telah berbuat banyak dan sangat berarti untuk Bali, Indonesia dan dunia internasional," tegasnya.

"Kita tunggu komitmen pemerintah dan dunia internasional untuk memerangi karbondioksida penyebab perubahan iklim," sambungnya.

Selain Nusa Penida, sejumlah pulau lain di Indonesia juga terancam tinggal nama. Di antaranya Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Pulau Solor di NTT, Pulau Wetar, Obi, dan Kai di Maluku serta Pulau Gag di Papua.



Sumber: vivanews.com